Selasa, 17 Desember 2013

jawa timur waspada merah mengenai banjir



- Curah hujan cukup tinggi yang mengguyur sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk Surabaya beberapa hari ini membuat sejumlah daerah tergenang banjir. Di daerah Cerme, Gresik dan Pakal, Surabaya misalnya, banjir di sebagian kawasan tersebut ada yang sudah mencapai 1 meter.

Selain karena curah hujan, banjir di perbatasan Gresik-Surabaya itu, sebagai banjir akibat luapan air di Kali Lamong, Gresik yang kerap terjadi tiap musim hujan.

Tak hanya di sekitar Kali Lamong, banjir juga melanda beberapa kawasan di sekitar Bengawan Solo. Bahkan, di kawasan Bojonegoro, sudah dinyatakan siaga merah dengan ketinggian air mencapai 15,44 mdpl.

Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU Pengairan Pemprov Jawa Timur, Soenoko mengatakan, semua daerah yang masuk aliran Bengawan Solo, harus waspada. Daerah-daerah itu (sekitar Bengawan Solo) antara lain, Tuban, Lamongan dan Gresik.

"Kondisi air memang naik turun. Jika sudah 14,97 mdpl, itu masuk dalam siaga kuning, di atas itu, sudah siaga merah," kata Soenoko, Selasa (17/12).

Dijelaskan Soenoko, hujan yang turun sejak kali pertama musim penghujan datang, namun dalam waktu seminggu saja, beberapa daerah sudah tergenang banjir. Khususnya daerah yang terkena dampak luapan air Bengawan Solo, salah satunya di Bojonegoro.

Di wilayah lain, yaitu daerah Pasuruan, juga ikut tergenang banjir. Banjir yang melanda Pasuruan ini berada di sekitar jalur arteri, yaitu di kawasan Keraton hingga Rejoso.

Sedangkan, beberapa daerah lain yang juga tergenang banjir, dikatakan Soenoko, masih tergolong banjir ringan. "Kecuali banjir di daerah Pakal, Surabaya yang merupakan akibat luapan air di Kali Lamong. Kalau Kali Lamong ini bukan anak dari Bengawan Solo, melainkan bagian dari pengelolaan wilayah sungai," terang Soenoko.

Dikatakan Soenoko, luapan air dari Kali Lamong ini, hanya menggenangi wilayah Benjeng, Cerme dan sekitar daerah Gresik yang berada di wilayah Kali Lamong. Selain di wilayah Gresik, luapan air Kali Lamong juga menggenangi sebagian wilayah Surabaya, seperti di Kecamatan Pakal.

Sementara untuk wilayah Bojonegoro, Dinas PU Pengairan telah melakukan kontigensi bencana dengan menyiapkan 780 bronjong kawat, 12 ribu karung plastik, dan memberi peringatan agar tidak membuka 180 pintu air (doorlat) yang ada pada tanggul-tanggul.

Kondisi itu masih dibantu dengan perlengkapan 4 ribu karung plastik, bronjong kawat 70 dan batu kali 54 meter kubik dari UPT setempat. "Masih ada bantuan juga PT Jasa Tirta dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo," kata Pudjo Buntoro, Plt Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air dan Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro yang dikonfirmasi terpisah.

Untuk mengatasi banjir, juga disiapkan sejumlah pompa untuk mengurangi genangan air. "Untuk Bojonegoro saat ini sudah ada tiga pompa yang berada di Karangpacar, Banjarrejo dan Ledok," tandas Pudjo.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar